7 Langkah Budidaya Pisang Cavendish

Pisang cavendish merupakan salah satu jenis pisang yang banyak tumbuh di Indonesia. Permintaannya pun cukup tinggi. Maka dari itu, budidaya pisang cavendish pun tampaknya menjadi peluang bisnis yang menguntungkan saat ini. Jenis pisang ini juga dikenal dengan nama pisang ambon putih. Tanaman buah ini memiliki karakteristik batang berwarna hijau dengan tinggi sekira 2,5 sampai 3 meter. Satu tandan pisang terdiri dari 8-13 sisir dengan berat 15-30 kg dan panjang tandan sekira 60-100 cm. Ciri khas pisang ini juga memiliki rasa yang manis namun agak asam dan tekstur yang lunak. Selain itu, buahnya juga memiliki warna putih kekuningan. Saat ini permintaan akan buah cavendish cukup tinggi, sehingga hal ini menjadi ladang usaha yang menguntungkan bagi para pemiliki kebun. Tertarik membudidayakan jenis pisang satu ini? Indonesia akan memberikan sejumlah tips mengenai budidaya pisang cavendish. 7 Tips Budidaya Pisang Cavendish 1. Memilih Bibit untuk Budidaya Pisang Cavendish Sumber: usahakecil.id Kamu bisa mendapat bibit pisang ini dari tunasnya pohon pisang yang sudah tumbuh baik. Pilihlah tunas dari pohon yang telah menghasilkan buah berkualitas baik. Selain itu, pilihlah tunas yang memiliki tinggi sekira 1 sampai 1,5 meter dan diameter batang sekira 7-12 cm. 2. Siapkan Lahan untuk Budidaya Pisang Cavendish Setelah menyiapkan tunas, langkah selanjutnya adalah menyiapkan lahan untuk menanam pisang cavendish. Di sekitar lahan tanam, buatlah saluran air, agar tidak ada air yang menggenang di sekitar pohon cavendish. Jika terdapat genangan air, tunas pisang dapat menjadi busuk. Periksalah kadar keasaman tanah dan pastikan pH berada di angka 5. Jika kurang dari angka tersebut, taburilah kapur pada tanah dengand dosis sekira 300 kg/ha untuk menjaga kadar keasaman tanah. Pemberian Pupuk Sebelum Menanam Buatlah lubang tanam berukuran 40 x 40 x 40 cm. Jika kamu ingin menanam lebih dari satu pohon, buatlah jarak 3-4 meter antar lubang. Campurlah satu sendok makan pupuk NPK, satu sendok makan pupuk puradon, dan 2 kg pupuk kandang pada tanah yang akan ditanami pisang cavendish. Diamkanlah tanah tersebut dalam waktu satu sampai dua minggu sebelum proses penanaman. 4. Penanaman Pisang Cavendish Setelah menyiapkan lubang tanam, langkah budidaya pisang cavendish selanjutnya adalah menanam bibit cavendish. Berikut adalah proses penanaman bibit cavendish: Tanamlah tunas pisang ke dalam lubang tanam dengan posisi akar menyentuh tanah. Kamu juga harus memastikan bahwa bibit pisang harus lebih tinggi 20-30 cm di atas permukaan tanah. Benamkanlah bibit tersebut menggunakan tanah. Siramilah bibit tersebut dengan air secukupnya. 5. Cara Merawat Pisang Cavendish Setelah menanam, lakukanlah perawatan agar pohon cavendish terhindar dari hama penyakit. lakukanlah langkah perawatan berikut ini agar budidaya pisang cavendish berhasil: Lakukanlah perampalan atau memotong pelepah yang sudah kering. Siramilah pohon pisang tersebut secara rutin. Singkirkan gulma atau rumput liar yang berada di sekitar pohon. Jika dibiarkan, pohon cavendish akan berebut unsur hara dengan rumput liar di sekitarnya. Jika anak pohon cavendish tumbuh, segera pisahkanlah pohon tersebut dan tanam pada lubang lain dengan jarak 3-4 meter dari pohon lainnya. Untuk mencegah pelambatan pertumbuhan buah pisang, potonglah jatung pisang ketika bunga terakhirnya mekar. Untuk menghindari serangan serangga atau gesekan daun, bungkuslah pisang menggunakan kantong plastik seukuran 1 meter x 45 cm. Buanglah buah pisang yang tidak tumbuh sempurna. 6. Pemberian Pupuk Setelah Menanam Kamu bisa memberikan pupuk organik atau pupuk anorganik suntuk menghasilkan buah pisang berukuran besar. Pemberian pertama bisa kamu lakukan satu bulan setelah pisang cavendish ditanam. Kamu bisa memberi campuran pupuk 250 gram Za, 100 gram DS, dan 150 gram ZK pada setiap pohon. Setelah itu, berilah pupuk sebanyak tiga bulan sekali. 7. Panen Pisang Cavendish Secara umum, kamu bisa memanennya setelah pohon berusia 12-13 bulan. Namun waktu panen juga bisa berbeda tergantung pada cuaca dan musim. Semisal pada musim kemarau, kamu bisa memanen 80 hari setelah jantung pisang keluar. Sementara, pada musim penghujan, kamu bisa memanennya 120 hari setelah jantung pisang keluar.

Diterbitkan oleh PT WAJI HAS ABADI GROUP

Bergerak Di Bidang: Perkebunan Pertanian Perdagangan Pertambangan Industri Kelautan Peternakan Developer Kontraktor Konsultan Kontruksi Pendidikan dll

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai